0

Growth Mindset

Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.

– Mark Twain

“Barangsiapa yang dua harinya (hari ini dan kemarin) sama maka ia telah merugi, barangsiapa yang harinya lebih jelek dari hari sebelumnya, maka ia tergolong orang-orang yang terlaknat”.

(HR. Baihaqy)

Statement pertama merupakan tulisan yang tertempel di pintu lemari pakaian saya ketika kuliah S1 dulu selama bertahun-tahun. Statement kedua adalah nasehat guru ngaji yang selama bertahun-tahun sering kita dengar tentang menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Kedua statements tersebut nafasnya sama: growth mindset. Hal ini baru saya sadari ketika menerima materi dari Bu Septi tentang growth mindset ini. Bagaimana kita bertumbuh setiap harinya, berani keluar dari zona nyaman, berani untuk selalu belajar hal baru dan memperbaiki diri terus-terusan, berani menghancurkan mental block yang suka muncul di dalam pikiran kita, berani meninggalkan fixed mindset yang mengukung diri, BERUBAH dan kemudian BERTUMBUH. Akan tetapi, menginternalisasi kedua pernyataan tersebut ke dalam hati, pikiran dan diri ini bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, butuh waktu bertahun-tahun. Kunci nya sebenarnya terletak di diri sendiri: MAU atau TIDAK MAU.

Mengerjakan jurnal pekan ini kembali mengingatkan saya salah satu pernyataan Bu Elly Risman dalam seminar online yang saya ikuti pekan lalu tentang trik komunikasi dengan suami: “Kenapa dalam bentuk kalimat tanya? Karena dengan bertanya seseorang harus menjawab pertanyaan tersebut, mengambil waktu untuk berpikir dan melihat ke dirinya sendiri (sadar diri) untuk kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut”

Yang menjadi highlight saya adalah pertanyaan pola komunikasi “kenapa dalam bentuk kalimat tanya” yang tidak hanya terbatas tentang komunikasi suami-istri saja, namun juga bagaimana dampak kalimat tanya bisa menimbulkan kesadaran diri dalam seseorang. Membuat seseorang berpikir, merenung dan menimbang kemampuan dirinya dalam menjawab pertanyaan tersebut. Hal itulah yang saya rasakan dalam pengerjaan jurnal kali ini. Hasil bertanya ke diri sendiri dan perenungan itu adalah sebagai berikut:

Semoga niat yang sudah tertulis di template jurnal personal di atas bisa terealisasi dan menjadi aksi nyata yang membuat perubahan, minimal dalam diri saya pribadi.

Berikut juga saya lampirkan katalog project dari CH kami tersayang, CH Literasi Bahasa 2 :

0

Zona Agility

Abis liburan agak kaget ketika langsung ditodong tugas, hihi, namun ternyata pembahasan tentang zona Agility ini sudah dibahas Bu Septi dari tanggal 23 Desember yang lalu (abis baca tulisan Cluster Leader, Mbak Tya dan baru ngeh nyambungnya ke situ). Aku mah gitu, liburan ya fokus liburan aja, wkwkwk, tugas-tugas dipinggirin dulu sejenak. Abisnya Ayah Omar pulang cuma sekali-sekali, eh pas Mami dan Abi Omar pulang juga, jadi ngumpul keluarga besar juga akhirnya, alhamdulillah (Ssst, ini tetap pake protokol kesehatan ya, dan semuanya diswab PCR dlu sebelum masuk rumah, alhamdulillah sejauh ini aman 🙂 )

Kembali ke laptop.

Jadi mebaca perputaran info di timeline FB, agitily ini memang isu yang lagi hangat-hangatnya beberapa bulan terakhir. Being agile, menjadi orang yang lincah dan tangkas di tengah kondisi pandemi, di tengah arus informasi yang ada, dan khususnya jika membahas kelas bunda produktif, maka relevansinya adalah menjadi lincah dan tangkas di tengah-tengah hexagon city dalam menyelesaikan Project Passion.

Nah kami diminta untuk melakukan refleksi baik di CH maupun di Cluster, sudah setangkas dan selincah apa selama ini, dan formulasi seperti apa yang mau diterapkan ke depannya, khususnya untuk menyelesaikan Project Passion dengan gilang gemilang.

Berikut laporannya berurutan dari laporan personal, CH dan Cluster.

Oke, liburan tlah berakhir. Mari kembali fokus dan meningkatkan diri menjadi pribadi yang produktif. Semangaaatttt!

0

Extra Miles!

Mendengar Bu Septi membahas tentang Extra Miles di Hexagon City membuka kembali ingatan saya ke konsep zero miles yang kami pelajari ketika kelas matrikulasi. Konsep ini dulu sempat membuat saya tercenung sejenak untuk memahaminya dan kemudian berefleksi tentang apa yang sudah saya lakukan selama ini. Saya ingat banget ketika kemudian berpikir, “Jadi kita bisa mengkonsep, memvisualisasi, memformulasi diri kita 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun mendatang dan menetapkan starting point kita, zero miles kita saat ini.” Beriringan dengan pendapat Om Malcolm Gladwell dalam The Outlier yang menyatakan “Magic number untuk sebuah keahlian adalah 10.000 jam terbang.”

Dan sekarang Bu Septi meminta kami untuk break our limit, dare to take extra miles. Uwoo merinding disko jadinya. Kami diminta untuk memilah aktivitas kami selama di kelas Bunda Produktif ini untuk kemudian dipilah-pilah ke kategori Thankless Tasks, Fills in, Quick Wins, dan Major Projects. Kami diminta untuk menantang diri sendiri untuk berani berusaha lebih dan naik minimal satu level dan lebih oke lagi kalo berani mengambil tantangan berada di kuadran Major Projects. Konsep yang menarik. Dan kami mesti berusaha sungguh-sungguh untuk merealisasikan konsep ini sehingga menjadi semakin produktif.

Berikut pemetaan dan perencanaan yang akan saya lakukan secara pribadi sebagai seorang Hexagonia.

Dan ini adalah konsep dan rencana yang akan kami lakukan di CH kami:

Mari semangaattt untuk mencapai tujuan bersamaa…

0

Jurnal Kontribusi Kota

Assalamu’alaikum wr. wb. semuaa.. Ceritanya hari ini Bundamil deg-degan, mau dapat rapot, hihihi, udah kayak anak sekolahan aja. Tapi beneran lho, kami para hexagonia akan mendapat rapot kami masing-masing selama menjadi warga hexagon city, udah berkontribusi apa belum, udah mulai jadi produktif atau belum. Kira-kira demikian kayaknya. My prediction.

Nah untuk jurnal kali ini kami diminta untuk melakukan review perjalanan kami selama beberapa pekan ini sebagai seorang hexagonia. Kami sudah melalui perjalanan yang cukup panjang, jadi harus berhenti sejenak, untuk beristirahat dan mengevaluasi kembali hal-hal yang sudah didapat selama ini, hmm kayak-kayak waktu istirahat di hutan pengetahuan ketika kelas Bunda Cekatan dulu kayaknya. Beneran keren ya founding mother dan tim formula, tau banget momen-monem kapan saat harus berhenti untuk berkontemplasi sejenak, kapan kami harus digeber untuk melaju kencang. Saluut.

Nah berikut hasil review Bundamil tentang perjalanan Bundamil sebagai hexagonia:

Passionate People

Di tahap ini Bundamil ingat banget menulis jurnalnya sambil berbinar-binar, diskusi sama keluarga di CH Literasi dan Bahasa 2 juga sambil berbinar-binar. I was talking about my passion, something that makes me really happy. I’m trying to be a passionate person. Di tahap ini, kami diminta untuk memformulasikan passion kami apa, sudah berada di life stage passion yang mana, hard skill dan soft skill yang dipunya apa. Tantangan yang selama ini dipunya apa aja. Rencana solusi untuk menjalankannya gimana. Seru deh pokoknya.

Character Cultivator

Di tahap ini Bundamil ingat banget bahwa Bundamil memilih karakter curousity sebagai karakter yang ingin dikembangkan. Hi yo, I’m Ms. C, Ms. Curious. LOL. Tapi beneran lho, dengan menempatkan label karakter positif tertentu ke diri kita sendiri, kita jadi semacam termotivasi gitu untuk benar-benar menjadi hal tersebut. Kayak-kayak bermain peran gitu, trus kita sampe beneran menjiwai peran kita, in positive way. Jadi gegara bilang I’m Ms. C, bawaannya jadi beneran ingin tahu dan mau untuk ngubek-ngubek sesuatu yang baru, khususnya hal-hal terkait project passion kami, mis read aloud dan ngubek-ngubek canva dan ppt untuk bikin video read aloud-nya. Semoga Bundamil bisa memberikan kontribusi maksimal untuk CH kami di project passion kami. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin.

Habit Powered

Habit selalu merupakan kelemahan terbesar Bundamil. Disiplin menciptakan habit baik sampai melekat masih jadi PR besar bagi Bundamil pribadi. Bahkan saat ini mulai dari 30 Nov 2020 kemarin sampai 2 pekan ke depan Bundamil ikutan Habit Training dengan mbak Ellen Kristi (Charlotte Mason Indonesia), saking sebegitu pengen beneran bisa lulus di PR ini. Nah di hexagon city, habit juga merupakan concern penting yang harus jadi fokus para hexagonia.

Bundamil memilih untuk mengembangkan habit membaca. Dan senaaangnyaa ini beneran membuat Bundamil mengunyah buku tiap hari, walopun mulainya dari buku Agatha Christie dulu, tapi gapapa, mulai dari yang menyenangkan dulu untuk kemudian pelan-pelan beralih ke buku-buku penting lainnya. Bundamil semangat tuh melahap buku-buku Oma AC, mulai dari yang bundel tebel Agatha Christie’s World’s Favorites dan bundel The Best of Hercule Poirot sampai buku-buku per judul versi mini dengan cover terbarunya. Berasa banget kecepatan membaca yang sebelumnya menurun, dengan adanya pembiasaan ini jadi kembali meningkat seperti dahulu kala sebelum negara api menyerang. Wkwk. Akan tetapi, seperti biasa kalo keasyikan membaca, manajemen waktu nih tersendat-sendat. Teteuup. Baiikk mari kita selesaikan PR satu per satu biar bisa jadi pribadi yang produktif. Semangat Bundamiill…

Shining 4 E

Naahh sejujurnya di tahap ini Bundamil agak oleng nih. Nope bukan karena materinya, materinya mah seru banget ngebahas 4E (Easy, Enjoy, Excellent & Earn), namun lebih karena begitu banyak beban kerja sementara manajemen waktu masih belum baik sehingga mesti kejar-kejaran dengan semua deadline yang ada (deadline tugas-tugas di kampus T.T). Otak nya jadi overload. T.T


Jadi gini, aslinya, sejujurnya, honestly, Bundamil cukup terseok-seok di kelas Bunda Produktif ini, berkejar-kejaran dengan materi-materi berkualitas yang bertaburan di kelas Bunprod dengan segala keseruan di Hexagon City dengan tanggung jawab profesional di kampus. Jadi pas awal-awal agak-agak ga yakin lah bisa sampai ke tahap ini. Akan tetapi, yang bikin Bundamil semangat lanjut itu yaa karena keluarga di CH Literasi dan Bahasa (2); CH leader kami mbak Saras, kakak inovatif; mbak Umi, kakak optimist; mbak Bilkis, mbak fathia yang suka dengan sukarela bantu bikin notulen, mbak Rita sang moderator, mbak Ivo dan mbak Thifa tim duet bahasa jepang yang kece, uni Ayu partner-ku project read aloud Bahasa Inggris (walopun Bundamil ga banyak membantu uni jadinya, maapkan aku yaa uni), dan teh Ina. Beliau-beliau ini lah sebenarnya penyemangat Bundamil untuk lanjut, karena selalu seru kalo bareng-bareng mereka, isi diskusi kami kalo ketemuan zoom meeting tuh serius tapi santai dan banyak ketawa nya, seru abis lah pokoknya. Nah kan kalo nyerah bertumbuh di Bundprod ya jadinya kan ga ketemu beliau-beliau tersebut. Ga bisa cerita-cerita lagi. Kan sedih. Makanya walo terkadang dengan kejar-kejaran deadline ini suka ampun-ampunan, Bundamil memilih untuk terus berjuang maju biar bisa tetap bareng-bareng sama keluarga CH Literasi dan Bahasa 2 tercinta. Laf U.

Sekian review Bundamil di jurnal ini. Dan berikut kontribusi kota yang dilakukan dengan bergabung dengan fasilitas-fasilitas keren di Hexagon City.

0

4E

Dalam dua pekan ini, kami membicarakan 4E ini secara seru di CH kami. Membicarakan sesuatu yang menyenangkan pastinya akan selalu membuat mata berbinar. Membicarakan buku dan membaca selalu membuat Bundamil berseri-seri.

Alhamdulillahnya punya keluarga yang seru di CH Literasi dan Bahasa (2). Selalu bahu membahu dan tolong menolong dalam merealisasikan project passion kami.

Nah berikut adalah laporan personal dan diskusi di CH terkait tugas untuk pekan ini.

Ini roadmap personal 4E Bundamil

Seru kan, semua project akan kami lakukan bersama-sama, bahu membahu mencapai tujuan bersama. Easy, Enjoy, Excellent, and Earn!

0

Habit To Nation

Dalam dua pekan ini kami sebagai Hexagonia diminta untuk menginstall habit baik untuk dibumikan di Hexagon City.

Inilah ketujuh habit baik yang ingin kami install di CH 13 (2). Rata-rata penghuni CH 13 (2) memiliki hambatan yang sama dalam menginstall habit baik ini.
Di antaranya adalah:

Hambatan

  1. Manajemen waktu
  2. Konsistensi
  3. Ada kondisi tidak terduga (anggota keluarga/sedang sakit)
  4. Belum punya buku bacaan yg cocok u/ read aloud
  5. Jaringan internet yang tidak lancar

Dan berikut solusi yang kami usulkan untuk dilakukan satu sama lain:

Solusi

  1. Membaca 1 artikel satu hari dan menuliskan rangkumannya
  2. Target waktu dipersingkat (hanya 10 menit saja) dan memilih buku-buku favorit sehingga kegiatan tdk menjadi beban dan menyenangkan
  3. Tetap berusaha menjalankan habit, saat ada waktu luang.
  4. Menggunakan aplikasi untuk read aloud dr internet, mis. Let’s read, roomtoread, dsb.
  5. Menyusun prioritas, disiplin dan menghindari penundaan

Untuk pribadi, habit yang ingin bundamil install ke diri sendiri adalah membaca setiap hari dan read aloud untuk diterapkan ke Omar. Seperti biasa hambatan terbesar adalah konsistensi 😦 Ini masih jadi peer besar yang harus diterapkan. Semangaatt Bundamil.

Nah ketujuh habits yang disebutkan di atas akan membantu kami semua menyelesaikan project passion kami nantinya. Berikut Roadmap Project Passion CH 13 (2).

Menarik bukan?

Mohon doanya yaa agar semuanya bisa terlaksana dan berjalan lancar.

Semakin cinta sama para tetangga di CH 13 (2). Laff youu, guys. ^_^

0

Curiosity

I’m a curious person.

That’s what I need to prove.

Hehe jadi ceritanya tantangan terbaru kami di Hexagon City adalah duduk bersama temen-temen co-Housing untuk menentukan arah perahu kami mencapai tujuan menjadi pribadi yang produktif.

Ini hasil diskusi kami:

Kemudian kami harus menentukan karakter apa yang kami pribadi ingin bangun. Dan Bundamil memilih “I’m curious person“. Dan Bundamil harus berjuaang untuk membentuk karakter tersebut menjadi sesuatu yang produktif sebagai seorang Hexagonia.

Inilah karakter yang ingin kami bentuk di co-Housing kami untuk menjadi produktif dan menebar manfaat.

Yang paling menyenangkan dari tantangan kali ini adalah proses diskusi kami. Bundamil semakin mengenal temen-temen satu co-Housing ini; temen-temen dengan energi positif yang saling mendukung satu sama lain. Keluarga baru-ku. Semoga kami berhasil merealisasikan passion project kami dan menebar manfaat.

0

Passion Canvas and Passion Project

Jadi, ada yang penasaran siapakah yang akhirnya terpilih jadi walikota Hexagon?

Hasil akhir memutuskan, suara terbanyak dimenangkan oleeeeehhhhh…. Mbak Endang Prasdianti.. #clapclap

MasyaAllah Tabarakallah. Sukaa liat semangat dan positivity yang selalu ditularkan oleh mbak Dian, mulai dari kampanye, saat terpilih, bahkan saat ini ketika menjadi walikota. Super duper excited Hexagon City ini bakal jadi apa ke depannya. #love

Nah pada step awal ini setelah terpilihnya walikota Hexagon City, kami para Hexagonia ini diminta untuk membuat passion canvas masing-masing, menuangkan ide dan kecintaan kami masing-masing untuk kemudian disatukan dalam sebuah project bersama di masing-masing Co-Housing yaitu passion project CH.

Passion Canvas

Nah, ini curhat Bundamil ke temen-temen di CH tentang passion canvas ini:

Assalamu’alaikum wr. wb. Ijin menyampaikan passion canvas saya ya mbak-mbak kece semua sekalian memperkenalkan diri lebih dalam.

Perkenalkan nama saya Mila. Saya Ibu dari 1 orang anak (laki-laki, 4 tahun), mohon do’anya agar dikasih rejeki amanah lagi yaa mbak-mbak, asli Padang, pernah merantau ke Jatinangor, Bandung, Depok, Medan dan Tarakan, Kaltara. (makanya pas awal-awal liat mbak Thifa asa pernah kenal di IP Kaltimra). Saat ini sudah berdomisili di Padang lagi.

Jadi ceritanya awal mula saya memilih untuk mengambil passion literasi dan Bahasa adalah karena kecintaan saya terhadap buku. Cintaa bangeet. Nyium bau buku aja seneng. Wkwkwk. Bisa dibilang saya seorang bibliophile. Nah, akhir-akhir ini ada hawa-hawa akan mulai menjadi tsundoku. Alarm pribadi udah mulai menyala. Ya jujur kecepatan membaca sekarang sudah tidak se-wow jaman belum punya anak dulu tapi hasrat mengoleksi buku tetap sama. Makanya ketika buka kelas Bunda Produktif kemaren saya ber-azzam pengen menjadi produktif dengan buku-buku tersebut. Ide sederhananya pengen mulai menulis resensi buku, jadi ada trigger untuk segera menyelesaikan tumpukan buku-buku tersebut. *aih malah curcol.

Kemaren ketika mbak Saras berkenalan, saya jadi tertarik untuk melatih skill membaca ini agar naik ke next level, waktu itu sempat ngikutin seminar read aloud yang diselenggarakan di Padang. Tapi belum benar-benar serius mendalami lebih lanjut. Biasanya kalo bacain buku untuk Omar improvisasi sendiri aja. Pas baca perkenalan mbak Saras kemarin jadi terpantik lagi. Tertarik juga jadinya sama membaca bermakna. Banyak maunya nih aku #self-plak

Tertarik juga mengasah keterampilan menulis lagi. Waktu itu sempat mengikuti komunitas menulis trus berhasil melahirkan 3 buku antologi. Alhamdulillah. Walo belum sekece mbak Fathia, mbak Thifa dan Teh Inna yang malah udah punya penerbitan sendiri tapi minimal ada jejaknya lah di rumah. Hihihihi

Saya itu agak-agak tertampar dengan penjelasan bu Walkot tentang mengelola pengetahuan. Kok ya bener, selama ini suka banget ngikutin pelatihan ini itu, seminar ini itu, apalagi jaman sekarang, ngikutin webinar ini itu, tapinya ya gitu nampung ilmu luber-luber tapi jejaknya cm dikit, kemampuan mengelola pengetahuannya masih cetek banget. Jadi pengen banget bisa menguasai keterampilan mengelola ilmu ini. Makanya sempat amazed denger cerita mbak Bilkis yang udah punya project sosial. 

Oh ya, kenapa saya menulis 2 passion di canvas padahal harusnya satu saja. Itu karena saya berpikir untuk passion project kita nanti semoga ada salah satu dari dua hal itu yang bisa menyambung benang merah ke passion temen-temen di sini, jadi bisa nyangkut. Sejujurnya passion yang di atas (buku) adalah passion mentah yang selalu membuat mata saya berbinar yang ingin saya kembangkan. Sementara yang kedua (Bahasa Inggris), itu adalah bagian dari profesi saat ini yang sudah saya jalankan selama hampir 10 tahun (belum selama uni Ayu dan mbak Rita memang, hormat kepada para suhu). 

Nah untuk ide passion project, saya sepakat dengan idenya mbak Ivo tentang menulis buku antologi dan ide mbak umi tentang bikin event yang bisa menjembatani minat kita yang berbeda-beda; ada literasi teknologi, literasi kesehatan, literasi Bahasa, literasi anak, dsb. Menunggu jadwal kerja kelompok kita untuk mendengar brainstorming masing-masing. Super duper excited dengan tugas kelompok kita.

Passion Project

Nah inilah hasil akhir diskusi kami di CH 13(2), passion project kami judulnya LAF U (LiterAcy For Us), kiyut ya namanya, idenya mbak Umi ini. Ini slide yang dibuat oleh Mbak Saras, co-housing leader kami, hasil diskusi kami beberapa hari yang lalu, tadaaaaa..

0

Pemilu di Hexagon City

MasyaAllah Tabarakallah..

Itu respon Bundamil ketika baru gabung di hexagon city kemudian langsung disambut dengan pesta rakyat yang luar biasa meriah.

Biasanya yang namanya pemilu, baik pilkada maupun pilpres hawa-hawanya itu penuh persaingan dan baku hantam satu sama lain. Mulai dari black campaign lah sampai money campaign. Nah menariknya kampanye di Ibu Profesional ini, lebih tepatnya di Hexagon City ini, ga nemu tuh hal-hal begituan.

Orang yang jadi timses aja ga ada bayaran sama sekali, tapi semangat membara mengkampanyekan calon mereka, yang jadi calon walikota juga ga ada kepentingan pribadi, boro-boro kepentingan pribadi, wong jadi walikota ini ga dibayar kok, yang ada malah harus keluar tenaga, pikiran dan waktu untuk memilikirkan mau berbuat apa yaa untuk masyarakat Hexagon City ini. Semuanya niatnya cuma satu: belajar, bermanfaat dan berdampak, lillahi ta’ala. Keren ga tuh? Yang ada malah semuanya bahagia gembira ngikutin proses pemilu dan kampanye nya dengan berbinar-binar.

Serius, sekali ini Bundamil ikutan pemilu yang auranya MasyaAllah bahagiaa banget. Ngikutin kampanye masing-masing calon walikota Hexagon City, dibela-belain duduk di depan ikut nyimak cerita, pengalaman, pemaparan ide dan visi-misi mereka.

Bundamil saluut banget sama Bu Septi sebagai founding mother dan para tim formula yang mendesain ide pemilu semenarik ini. Kayak pemilu beneran. Permainan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Keren banget nih kota. Isinya perempuan semua, bahagia, berbinar-binar dan serius ingin belajar, bermanfaat dan berdampak. MasyaAllah Tabarakallah.

Bundamil itu juga saluut dan takjub banget dengan para calon walikota ini. MasyaAllah kok keren-keren bener sih ibu-ibu ini. Bikin bingung milih kan jadinya.

Oh ya biar ga penasaran siapa aja mereka, berikut Bundamil tampilkan posternya ya:

Nah setelah mendengar paparan beberapa calon (karena tadi abis dari rumah Mak Unin liat ayra, Bundamil ga ngikutin yang kampanye hari ini, jadi nanti mau nonton video ulangannya, yang kemarin nonton semua dong dan duduk paling depan pula saking semangatnya, wkwkwkk) dari 6 calon pilihan Bundamil sudah mengerucut jadi 3 calon tapi belum sampai ke satu orang saking keren-keren semua mbak-mbak ini. Apakah Bundamil harus istikharah biar bisa mutusin yang terbaik? hihihi.

Tapi Bundamil yakin siapapun yang terpilih nanti insyaAllah pilihan terbaik untuk kebaikan bersama.

Jadi ga sabar euy nunggu hari Senin untuk nyoblos dan memberikan suara.

Marii kita lihat nanti siapakah yang akan jadi walikota Hexagon City?

I can’t wait to see the final result.. ^_^

#HexagonCity #Hexagonia #KuliahBundaProduktif #InstitutIbuProfesional

0

Welcome to Hexagon City.

Alhamdulillah Bundamil berhasil menyelesaikan kelas Bunda Cekatan. Apakah Bundamil sudah menjadi cekatan? Honestly, belum, masih belajar, tapi minimal banyak ilmu yang berhasil Bundamil dapat dapat berusaha untuk dipraktikkan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun di lingkungan kerja. Allahamdulillah.

Dan sekarang kami berlanjut ke kelas Bunda Produktif. Yeaayy.

Sebenarnya Bundamil deg-degan bisa atau ga ya mengikuti kelas Bunda produktif ini secara sekarang tuh lagi packed banget. Diklatsar lah (semoga lulus ya Allah.. Aamiin yra), semesteran baru yang udah dimulai dan udah berjalan (siapin bahan ajar, video, job sheet dan teman-temannya), belum lagi suasana WFH yang masyaAllah tantangannya. Omar kan taunya Bunda di rumah, jadi harus bermain bersama selaluuuuu, padahal Bunda lagi wfh, jadi yaa begitulah. Akan tetapi, hasrat untuk ikut kelas Bunda Produktif begitu menggebu-gebu; Bundamil mau jadi pribadi yang produktif. So Bismillaah, semangaaattt.

Becoming a hexagonia

Nah kami yang diterima untuk lanjut ke kelas Bunda Produktif ini ditantang untuk menjadi produktif dan membangun kota peradaban kami nantinya di Ibu Profesional, yaitu hexagon city. MasyaAllah kota nya keren banget. Salut kepada founding mothers dan tim formula.

And we officially become a hexagonia. Penduduk hexagon city. Tadaaa..

Nah ketika resmi menjadi seorang hexagonia, kami semua diberi sebidang tanah berbentuk hexagon untuk menjadi tempat tinggal kami masing-masing, sebuah hexahouse. Kami bebas berkreasi untuk membangun rumah tinggal kami tersebut.

Berikut desain rumah Bundamil:

This is my sanctuary.

Tempat Bundamil menyepi dari hiruk pikuk dunia, dari semua rutinitas, tempat untuk berkomunikasi dengan diri sendiri, tempat untuk melahirkan ide-ide baru, tempat untuk menjadi produktif.

Setiap mengimajinasikan tentang rumah idaman, pasti akan selalu ada jendela-jendela besar dan lebar yang indah, yang ketika dibuka di pagi hari akan menguak keindahan anugrah Yang Maha Kuasa, membuat kita bisa mereguk udara yang segar, mendapat sinar matahari yang cukup dan dapat memandang ke arah luar di mana taman kecil nan indah dengan bunga-bunga berwarna-warni nan cantik serta pohon rindang membentang di sepanjang mata memandang. Terang tapi sejuk dan menenangkan.

Selain itu, pastinya tidak lupa dengan rak-rak buku yang berjejer rapi, yang berisikan buku-buku pemasok ilmu dari para author favorit. Tak lupa ada sofa nyaman yang membuat kita betah berlama-lama meraup ilmu yang tak terbatas dari buku-buku keren tersebut.

Di ruang ini juga ada pojokan ide, “kantor kecil” Bundamil yang suatu saat akan melahirkan karya-karya besar. Aamiin yaa rabb.

Pastinya harus ada kamar tempat beristirahat di kala penat menyapa. dengan kamar mandi beserta bathtub tempat berendam yang nyaman untuk relaksasi sambil tempat yang juga pewe untuk membaca. (buku lagi buku lagi.. wkwkwk).

Dan tak lupa, pojokan suci, tempat merenung, merendah kepada Ilahi Rabbi. Curhat dari hati ke hati ke Yang Maha Kuasa; berserah diri, mengakui kelemahan diri dan meminta kekuatan agar selalu bisa menjadi pribadi yang bermanfaat, bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan alam semesta. Menjadi pribadi yang produktif.

Kira-kira itulah konsep hexahouse Bundamil. Simple tapi cozy.

#HexagonCity #Hexagonia #KuliahBundaProduktif #InstitutIbuProfesional